1.
Saya menjual paket harga yang terjangkau mulai Rp 6.000,-
sudah termasuk sambal sebagai kekuatan yang saya tonjolkan, edukasi ke
kastemer, sambal buatan kami, rasanya enak dan semua masakan tanpa MSG , ada 2
jenis sambal, yang bisa dipilih yaitu sambal bajak dan sambal korek.
2.
Paket nasi, saya lebih banyak, karena saya menyasar kalangan
pegawai yang orientasi dalam makan siang, adalah nasinya banyak, ada lauk pauk,
sayur dan sambalnya enak.
3.
Saya memberikan layanan antar sampai di tempat dengan
telpon, dengan minimal pesan 3 bungkus
4.
Menu yang variasi dan bisa dipilih
5.
Di goreng dengan minyak bagus, bukan minyak curah atau
bekas,(edukasi kastemer)
6.
Punya menu special, seperti cap cay, telur orak arik dengan
harga terjangkau
7.
Di masak dengan cara higenis & halal
8.
Ada jaminan, sambal di buat fresh, bahkan saya katakana
verbal, jika tidak enak gratis, mbak tapi kalo bohong, nanti sulit jodoh hehe,
malah jadi gurauannya, ya ini enak pak, tapi kurang banyak sambalnya, waktu
itu, tidak terpikir mending jualan sambal aja.
Kemudian, setelah
membuat USP sederhana, saya membuat list target konsumen, Ingat berdasarkan
pengamatan saya, tipe konsumen saya, yang penting nasi-nya banyak, ada sambal
enak, maka segmentasi secara sederhana sebagai berikut :
1.
Radius sekitar 300-400 meter, kenapa kok cuman radius 400
meter dari rumah? Sebab, saat itu saya tidak punya kendaraan, jadi harus
berjalan kaki mengantarkan makanan, atau naik angkot sempat sewa motor harian,
tapi keburu di minta lagi. (Alhamdulillah
aja J)
2.
Kemampuan daya beli segmen catering saya Rp 6000 – 10.000,-
3.
Karyawan alfamart, indomaret, SPBU, penjaga toko, karyawan
cuci motor/mobil
4.
Fokus membidik karyawan, sebab tujuannya bisa berkelompok,
misalnya ada karyawan bank yang sekali pesan, langsung minimal 5 orang, bahkan
bisa 15 orang. (ingat, saya saat itu
tidak memiliki kendaraan, sebab kalau yang pesan cuman 1-3 orang, bisa gak
sanggup jalan).
Alhamdulillah,
pesanan catering saya, di respon bagus, sejak pertama kali brosur di sebarkan
sekitar 500 brosur photo copy, (ukuran A4 di bagi 4) . dalam sehari bisa
menghasilkan uang bersih Rp 60 ribu kadang bisa Rp 100 ribu.
Namun, hanya bertahan tidak sampai 3
bulan, bukan karena sepi order, tapi justru kebanyakan order, dan yang
mengerjakan hanya saya dan istri, akibatnya saya dan istri terlalu capek, dan
waktu itu masih punya hutang bank titil (rentenir) harian, hal ini yang
menyebabkan saya percaya bahwa Riba itu bikin hancur dan tidak membawa
keberkahan. Untuk hal ini, silahkan
berdiskusi dengan saya dan saya sudah banyak bukti, serta merasakan hal ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar